Kunci Sukses Membangun Mental Penulis Sukses

Kita mungkin sering dicekoki dengan prinsip “apa manfaatnya buat saya” alias AMBAK. Namun mungkin jarang kita disuguhkan dengan “apa yang bisa saya berikan pada yang lain”.

Kedua prinsip ini sedikit banyak mungkin berpengaruh terhadap mental menulis yang ingin kita bangun. Terlebih bila kita bercita menulis sebuah buku, apalagi buku best seller.

Ya, kebanyakan orang cenderung suka pada apa yang dia bisa dapatkan dari orang lain. Ini lumrah karena sudah menjadi sifat dasar manusia, yaitu lebih suka menerima dibanding memberi. Dan jarang atau sedikit orang yang memikirkan tentang apa yang dia berikan untuk orang lain.

Adakah yang salah dengan dua prinsip ini?

Jawabannya: Tidak ada yang salah. Hanya saja perlu penempatan yang benar dan tepat.

Begini penjelasannya.

Bila anda sebagai seorang yang baru belajar menulis, maka AMBAK cocok untuk anda. Misalnya ketika anda sedang praktek menulis untuk menanamkan disiplin menulis, katakan dalam hati, “Ini sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas tulisan saya nanti.”

Namun bila anda adalah seorang penulis profesional, sebaiknya anda gunakan prinsip “apa yang bisa saya berikan pada pembaca”. Bila anda masih menggunakan prinsip AMBAK, maka hendaknya anda segera pindah haluan dan berpikir tentang “Bagaimana cara saya dapat membantu pembaca lewat tulisan saya ini?”.

Ya, mungkin sebagian penulis profesional masih ada yang berpikir berapa jumlah uang yang dia bisa dapat dari penerbitan tulisan atau bukunya. Namun, bagi saya,

“Keuntungan materi, ketenaran atau apapun namanya itu tak lebih dari efek samping yang kita terima dari memberi dan berbagi.”

Bila kita sudah belajar melihat dari sisi prinsip ini, pasti akan ada perubahan yang kita rasakan, yaitu, “Rasa nikmat berbagi”.

Namun demikian, bukan berarti kita tidak boleh menggunakan prinsip AMBAK, lho. Anda tentu juga boleh gunakan prinsip ini asal tepat penggunaannya. Misalnya ketika anda akan berdiksusi atau bertandang ke pustaka atau toko buku untuk mendalami materi tulisan anda. Anda bisa katakan dalam hati, “Apa manfaatnya buat saya.” Dengan mengajukan pertanyaan ini anda bisa lebih termotivasi untuk berdiskusi dan membaca.

Namun tentu juga tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan prinsip, “apa yang bisa saya berikan pada orang lain.” Hal ini akan memotivasi anda untuk menulis dengan tulus ikhlas tanpa beban tanpa harap imbalan.

Kedua prinsip ini sebenarnya sama-sama penting. Saat anda berperan sebagai penulis pemula, sering-seringlah gunakan AMBAK untuk meningkatkan motivasi menulis. Dan sebaliknya ketika berperan sebagai penulis profesional, condonglah pada prinsip kedua tadi untuk memberikan manfaat yang sebesarnya bagi pembaca.

Dan bila anda tanya apa yang anda bisa dapatkan dari saya? Maka jawabannya ada dua:

  • Saya akan berikan anda ilmu-ilmu dan motivasi menulis terbaik lewat blog unik ini.
  • Saya akan berikan sumber pembelajaran menulis terbaik lewat Video tutorial menulis buku dengan cepat Metode Menulis 2JT.

Banyak ilmu dan motivasi menulis yang bisa anda dapatkan dari dua jenis “sumbangsih” saya diatas. Silakan dicicipi, ya.

Demikian tulisan Kunci Sukses Membangun Mental Penulis Sukses ini saya tulis semoga menginspirasi.

Salam Sukses Penulis Indonesia

Sebarkan Tulisan Ini:
This entry was posted in Belajar Menulis Buku, Cara Menerbitkan Buku and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Kunci Sukses Membangun Mental Penulis Sukses

  1. Artikel yan membangun sekali, semoga dapat membawa kita semua menjadi seorang penulis yang hebat aamiin

  2. yosep says:

    sangat bermanfaat untuk sy

  3. rindi says:

    luar biasa…

  4. nulis artikel aja susah ya, nulis buku harus ektra lagi semangatnya nih!

    • caramenulisbuku453 says:

      Betul sekali! Sama seperti kita mendorong mobil dan mendorong sepeda. Massanya besar, tenaganya juga harus lebih besar. Kalau mendorong sepeda cukup pakai kelingking. Tapi kalau dorong mobil harus segenap jiwa-raga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*