Buku Yang Membius Pembaca

“Apakah buku yang anda buat sudah bisa membius pembaca?”

Buku anda harus menarik. Jika tidak ada orang yang ngeh dengan buku anda, ya… jangan harap ada yang mau membaca.

Bagi yang sedang belajar menulis buku, ada beberapa hal yang musti anda perhatikan agar buku Anda dapat membius pembaca, yaitu:

1. Pikirkan pembaca. Ya, kita jangan memikirkan diri sendiri saat membuat buku tapi pikirkan bagaimana perasaan pembaca saat membaca buku kita.

Saat anda membuat buku bayangkan anda sedang berbicara dengan teman dekat anda. Ingat, pembaca yang membaca buku punya kebutuhan masing-masing. Jika anda bisa berempati pada kepentingan mereka, mereka akan menyukai buku anda.

2. Pikirkan manfaat isi buku anda. Bagaimanapun yang namanya orang membeli itu karena mereka butuh. Dan karena mereka ingin mengambil manfaat dari tulisan anda. Jadi kadang-kadang pembeli tidak peduli dengan kebagusan cover buku anda. Mereka berpikir, “Kalau saya tidak membutuhkan tema buku ini dan tidak ada manfaatnya buat saya, kenapa saya harus membelinya?” Karena itu, buatlah buku yang temanya menjadi solusi bagi masalah orang lain.

3. Logika Vs Emosi. Manusia sering kali membeli barang yang mereka inginkan bukan yang mereka butuhkan. Beli cemilan, beli aksesoris pakaian, perabotan rumah tangga, dll. yang kebanyakan adalah barang penghias bukan barang kebutuhan.

Manusia suka yang bersifat emosional dan pernak-pernik. Nah, ini tugas anda membuat pembaca tertarik terhadap yang mereka inginkan. Jadi, gunakan kata-kata yang bisa menimbulkan emosi untuk menggaet pembaca terus membaca tulisan anda.

Mengapa orang lebih suka baca novel ketimbang karya ilmiah? Karena novel bahasanya membuai rasa sedangkan karya ilmiah kadang bikin bosan. Dari itu, tidak ada salahnya kita masukkan rasa nyastra sedikit kedalam buku kita agar Emosi pembaca terus bangkit ketika membacanya.

4. Susun kata-kata anda dalam bentuk list atau daftar. Jangan menulis poin-poin tentang pikiran anda dalam bentuk paragraf tanpa poin. Ini bertujuan agar pembaca bisa jelas membaca apa saja inti pemikiran anda. Dan, mereka bisa mudah menemukan apa yang mereka cari dengan mengingat poin-poin tadi.

5. Oya, juga jangan lupa untuk membuat kalimat dan paragraf pendek.

Perhatikan dua paragraf di bawah ini. Mana yang enak dibaca, jenis yang pertama atau yang kedua?

Paragraf Jenis Pertama:

“Ya, arungilah dunia penulisan seperti pemain bola yang terjun lapangan. Seorang pemain bola, bila telah terjun ke lapangan, ia tidak boleh berhenti menguasai bola. Bila berhenti maka gawang akan jebol. Ketika peluit pertama telah ditiup wasit, maka saatnya menjalankan strategi. Saatnya mengendalikan bola. Saatnya untuk semangat. Terapkan semangat pemain bola dalam dunia penulisan. Sekali Anda nyatakan untuk terjun di dalamnya, maka Anda harus serius, fokus, dan bersemangat. Tidak boleh kendor, tidak boleh loyo, tidak boleh patah semangat. Kejar terus bolanya sampai Anda memasukkannya ke gawang lawan. Jangan berhenti menulis, jangan berhenti mencari ide, jangan berhenti belajar, jangan patah semangat bila ditolak penerbit. Ikutilah pelatihan, ikutilah kursus menulis buku, masuklah ke sekolah menulis (bila Anda cukup uang). Seperti pemain bola profesional, mereka juga tidak berhenti bermain. Dan tidak pernah berhenti berlatih untuk menjaga semangat mereka.”

Ataukah Jenis Paragraf Kedua Ini:

“Ya, arungilah dunia penulisan seperti pemain bola yang terjun lapangan. Seorang pemain bola, bila telah terjun ke lapangan, ia tidak boleh berhenti menguasai bola. Bila berhenti maka gawang akan jebol. Ketika peluit pertama telah ditiup wasit, maka saatnya menjalankan strategi. Saatnya mengendalikan bola. Saatnya untuk semangat.”

“Terapkan semangat pemain bola dalam dunia penulisan. Sekali Anda nyatakan untuk terjun di dalamnya, maka Anda harus serius, fokus, dan bersemangat. Tidak boleh kendor, tidak boleh loyo, tidak boleh patah semangat. Kejar terus bolanya sampai Anda memasukkannya ke gawang lawan.”

“Jangan berhenti menulis, jangan berhenti mencari ide, jangan berhenti belajar, jangan patah semangat bila ditolak penerbit. Ikutilah pelatihan, ikutilah kursus menulis buku, masuklah ke sekolah menulis. Seperti pemain bola profesional, mereka juga tidak berhenti bermain. Dan tidak pernah berhenti berlatih untuk menjaga semangat mereka.”

Paragraf mana yang lebih enak dibaca?

Ya, tentu paragraf yang pendek lebih menarik minat Anda, bukan?

6. Uji coba. Untuk mengetahui keberhasilan buku, anda harus mengujinya. Yupp!! Mintalah beberapa teman membaca buku anda. Jika banyak yang menyukainya, bisa dikatakan buku anda mampu membius pembaca.

Dan ingat, anda harus menulis dengan ikhlas dan tidak memaksakan diri. Bila ikhlas semua pekerjaan jadi ringan mudah dilaksanakan. Sedangkan orang yang tidak ikhlas dan tidak tulus berbagi akan menemukan banyak kesulitan dalam menulis.

Yups, demikian Tips Membuat Buku Yang Membius Pembaca ini saya tulis. Ada yang mau menambahkan poin-poin diatas???

Hayuks, berbagi….

Artikel Terkait:

1. Kursus menulis online
2. Sekolah menulis online

Sebarkan Tulisan Ini:
This entry was posted in Cara Menulis Buku and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Buku Yang Membius Pembaca

  1. Cokroaminoto says:

    Subhanallah. Sangat bagus tulisannya. Inspiratif. Tulisan yang begini ini sangatlah menyenangkan. Dengan gaya konsultatif dan memberi solusi, sangat enak membacanya. Semoga saya dan banyak orang dapat memperoleh manfaat.

  2. M.Sulchi Hariyanto says:

    Assalamualaikum,
    salam kenal dan kami juga lagi menyelesaikan sebuah tulisan, terima kasih atas ilmu bagaimana menulis dengan baik dan benar, sungguh bermanfaat bagi kami
    terima kasih,
    wassalam,
    Sulchi

  3. caramenulisbuku453 says:

    Terima kasih Sulchi dan Cokro telah berkunjung. Iya, ini juga sedang belajar. Doakan agar lebih baik.

  4. terimakasih,

    tulisannya sangat menginspirasi, saya suka banget dengan blog ini,
    semoga suatu saat nanti saya bisa menulis seperti ini 😀
    kalau boleh kasih bocoran , gmana ya caranya bikin tulisan dengan gaya bahasa yang keren?
    selama ini saya merasa gaya tulisan sya sangat monoton, #eh, keceplosan

    thanks,

    • caramenulisbuku453 says:

      Terima kasih telah berkunjung kesini, nurul huda mustaqim. Amin semoga anda menjadi penulis hebat…

  5. Subiyanto says:

    Sangat menarik ulasannya mks mba

  6. iswar says:

    assalamu alaikum…
    saya mau minta izin untuk shere di fb, agar teman” bisa baca jg…

    syukran….

    • caramenulisbuku453 says:

      Oke silakan Iswar :)

  7. Kamaruddin says:

    Subhanallah maantap, semog bermanfaat bagi semua pembaca sebagai referensi tambahan dalam menulis buku.

  8. Monica satya says:

    Makasih kak atas informasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*