Cara dan Langkah-langkah Menulis Buku

Apa kabar teman? Saya yakin anda semakin dahsyat hari ini! Dalam artikel berikut ini, anda akan menemukan, bagaimana cara saya menulis sebuah buku. Oleh sebab itu, baca dan resapi langkah-langkah menulis buku berikut dengan baik. Anda akan mendapatkan banyak pengetahuan menulis yang baik didalamnya. Asyik!

1. Semuanya berawal dari ide. Yoi, semua buku yang pernah ada di dunia ini awalnya bermula dari ide. Namun masih bayak juga orang yang bertanya, bagaimana mendapatkan ide menulis buku?

Dari banyaknya pertanyaan seperti itu, saya dapat menyimpulkan, ternyata masih banyak orang kesulitan mencari ide, menangkap dan mengembangkan, dan mengemaskan ide menulis tersebut menjadi sebuah buku.

Sebenarnya, ide menulis buku itu banyak sekali di sekitar kita. Tidak perlu sampai memikirkan ide besar untuk jadi sebuah buku, menyaksikan ide yang lalu-lalang kesana-kemari di sekitar saja sudah sangat banyak.

Coba bayangkan sejenak, ide tersebut terus bergerak di depan kita. Ide itu ada di dalam tubuh kita. Ide itu ada dalam otak kita. Ide itu ada di kulit kita. Ide itu ada di rambut kita. Sampai jari-kaki kita juga memuat ide yang banyak. Ide membuat buku itu juga bergerak dari satu orang ke orang lain.

Banyak sekali hal di atas dunia, semua itu adalah sumber ide menulis buku.

Misalnya anda mendapatkan ide menarik seputar bola. Idenya seperti ini, “Bola yang membuat gila.”

Setelah dapat ide, lalu apa?

2. Buatlah alat penangkap ide. Undanglah selalu kertas dan pena disaku kita, kemanapun kita pergi. Atau hape kita. Ini sangat bermanfaat menuliskan ide menarik yang sedang berseliweran di depan kita.

Segera tuliskan ide ada tersebut di kertas, di komputer atau di hape supaya tidak hilang. Orang bijak yang berama Imam As Syafii mengatakan, “Ilmu itu seperti binatang buruan. Ikatlah ia dengan pena.”

Ya, dengan menulis anda bisa membantu ingatan anda yang seringkali lupa. Kan, sayang bila ide bagus terlewatkan begitu saja tanpa diikat dengan menulisnya. Dari itu, tulislah ide menarik yang melintas dibenak anda segera, seketika ide itu menyamperi anda.

Setelah menangkap ide dengan menulisnya, selanjutnya apa?

3. Menentukan tema. Tema adalah ide besar buku kita. Tema yang baik adalah yang mengkrucut. Semakin mengkrucut tema semakin mengundang minat baca. Semakin runcing ujung panahnya semakin menusuk dalam dan bahkan mampu menembus sasaran.

Dengan tema yang mengkrucut, orang akan menemukan manfaat yang spesifik dari buku kita. Misalnya anda bikin tema calon buku anda, “Bagaimana Bola Membuat Aku Gila.” Dengan menambah kata “Aku” sebenarnya tema tersebut sudah mengkrucut.

Atau tema buku anda seperti ini, “Pak Agum Gumelar Candu Bola.” Ya, tema ini juga mengkrucut. Dan anda tentu bisa mencari tema lain yang lebih mengkrucut dengan banyak melihat dan membaca buku orang lain.

4. Kegiatan berikutnya adalah mengembangkan tema. Anda bisa mengembangkan banyak sub tema dari tema besar “Bagaimana Bola Membuat Aku Gila.” seperti dibawah ini:

  • Apakah bola itu?
  • Siapa yang mengenalkanku bola pertama kali?
  • Bagaimana aku belajar memainkan bola walaupun aku cacat?
  • Bola cinta, atau cinta bola?
  • Gila bola.
  • Bagaimana orang cacat seperti Jono menggemparkan dunia dengan bola?
  • Mungkinkah aku bermain bola satu club dengan Ronaldo?
  • Andai aku Bisa melihat orang tuaku bangga melihatku bermain bola sehebat sekarang?
  • Cara terbaik menyatakan cinta dengan bola.
  • Bola raksasa sebesar dunia, mungkinkah?

Dst……..

Yup, saya rasa anda juga pernah membaca cara menulis buku dengan mengembangkan tema seperti diatas bukan?

Kembangkan ide tersebut secara acak dulu. Baru kemudian disusun atau mungkin kita hapus sesuai dengan tema buku yang hendak kita tulis.

Dan selanjutnya apa?

5. Mulai menulis setiap katanya. Ya, mulailah menulis tiap kata, kalimat dan paragrafnya. Tulislah secara bebas dan mengalir terlebih dahulu. Setelah anda menulis banyak dan setelah anda mentok, barulah anda cari ide lain dengan cara banyak “membaca” pengalaman dan membaca buku orang lain.

6. Bertandanglah ke pustaka. Pergilah ke perpustakaan, toko buku atau browsing internet. Membacalah yang banyak seputar tema buku anda. Dengan membaca, anda telah membuka pintu pengetahuan. Dengan membaca, anda akan tahu. Dengan membaca, pikiran anda akan terbuka pada dunia. Dengan membaca, anda telah membuka pintu ilmu.

7. Berikutnya, gunakan waktu kita dengan bijak serta ambil aksi yang terarah. Janganlah kita membuang waktu dengan percuma. Manfaatkanlah ia untuk menulis seperti yang dilakukan penulis sukses. Mereka menulis setiap hari.

Gunakanlah waktu dengan baik, menulislah setiap hari. Beraksi setiap hari adalah cara menulis buku yang ampuh.

8. Jangan lupa bikin target harian dalam menulis. Bila kita memiliki target harian, misalnya menulis satu lembar folio sehari, maka kita sebenarnya sedang berinvestasi bagi kesuksesan menerbitkan buku kita. Namun bila kita tidak memiliki target maka kita akan ditelan waktu.

Buatlah target menulis harian kita. Dan buatlah hidup kita seperti berlomba dengan penulis lain dalam menciptakan karya tulis.

9. Aktiflah di forum menullis. Ya, dengan aktif di forum menulis anda akan menemukan guru dan teman yang akan membimbing dan membantu anda menemukan cara menulis buku yang baik.

Itulah 9 cara membuat buku para penulis sukses. Jika itu kita lakukan dengan tekun, mudah-mudahan kemampuan menulis kita terus meningkat dan lebih baik setiap hari. Dan akhirnya kita bisa menerbitkan sebuah buku yang selama ini kita idamkan.

Bagaimana, apakah anda tertarik untuk mempraktekkannya?

Ya, anda sudah tahu bagaimana “cara menulis buku”, sekarang waktunya beraksi!

Artikel Terkait:

1. Belajar Menulis Buku

2. Sekolah Menulis Online

3. Kursus Menulis Online

4. Kursus Menulis Buku

5. Proposal Penelitian

This entry was posted in Cara Menulis Buku and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Cara dan Langkah-langkah Menulis Buku

  1. Pingback: 5 Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku | widirudini

  2. Cokroaminoto says:

    Alhamdulillah. Akhirnya ketemu juga posting “how to..” nya menulis buku. Ternyata ada di arsip blog paling bawah, artinya topik ini sudah lama ditulis oleh pemilik blognya. Sangat kaya pengalaman yang menginspirasi. Sukses dan terimakasih untuk Bu Mita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>