Pesan Dalam Tulisan Itu Wajib

Penulis yang baik hendaknya meninggalkan pesan untuk pembaca ketika membuat sebuah karangan. Pesan dalam tulisan itu wajib, sebab inti dari tulisan adalah pesan kepada pembaca. Bila tidak ada pesan, bila tidak ada manfaatnya untuk pembaca, lalu untuk apa tulisan itu ada?

Kita sudah menulis dengan daya tarik sastra yang tinggi, indah dalam rangkaiannya, sederhana bahasanya, dan sesuai dengan kaidah bahasa yang baku. Namun bila tulisan itu tak berpesan maka ia sama saja seperti tubuh yang tak bernyawa. Ia tak berguna bagi pembaca dan akan segera dilupakan.

Apakah pesan yang dimaksudkan itu?

Sebuah karangan bukanlah semata-mata sebuah  angan-angan, pikiran atau isi hati penulis itu belaka. Tetapi ia merupakan sebuah karya yang akan meninggalkan kesan kepada pembaca walaupun sedikit.

Peran penulis adalah menyadarkan pembaca akan arti atau makna kehidupan. Dan atau mengingatkan pembaca agar melakukan yang benar bukan mengajar pembaca untuk melakukan kesalahan.  Karya tulis adalah wadah untuk dapat membuka mata hati pembaca akan arti kehidupan dan arti kebenaran. Dua hal itu adalah pesan menulis yang utama. Dan alangkah bijaknya bila pesan itu anda muatkan dalam karya anda.

Pesan bukan bermaksud untuk mengajari pembaca tetapi sekedar sebagai sarana pembaca untuk memahami makna hidup dan kebenaran. Berikut ini adalah contoh pesan di dalam sesebuah karangan.

“Kita memang dianjurkan mengejar kekayaan dunia agar dapat tegak berdiri sama dengan manusia lain. Tapi kita tak boleh lupa nasehat agama, merasa cukup adalah kekayaan sebenarnya.”

“Sebagian orang kaya berpikir bahwa hidup ini adalah kesenangan materi. Mereka berlomba-lomba mengejar kekayaan. Mereka Berhasil dari segi finansial. Mereka terhormat di tengah masyarakat tetapi hati mereka gersang. Jiwa mereka tidak tenang karena mereka selau mengejar apa yang sebenarnya tidak akan pernah mereka makan. Perut ini hanya mampu menampung beberapa piring nasi. Sedangkan mereka mencari lebih dan bersifat rakus lagi kikir.”

“Dan tentu tidak semua orang kaya seperti itu. Ada juga di antara mereka yang tetap hidup sederhana, tidak lupa dengan agama, sebab itulah mereka bahagia. Mereka percaya, memiliki harta adalah jalan untuk bahagia bukan untuk sengsara apalagi sampai stres memikirkannya. Mereka tidak terlalu risau dengan harta karena mereka berprinsip begini: Untuk apa semua harta bila hidup tak bahagia? Bukankah harta itu awalnya tiada, lalu mengapa kita harus merisaukannya bila hilang di pandangan mata?”

Dengan adanya pesan dalam karangan, diharapkan pembaca mengerti dan faham apa yang penulis maksud.

Demikian tips singkat hari ini. Semoga kita dapat menyisipkan pesan positif dalam tiap karya kita. Jadilah penulis yang positif.

Selamat menulis. Oya, ngomong-ngomong, sudahkah anda mendownload ebook GRATIS “12 Kesalahan Fatal Penulis Pemula” di sisi kanan blog ini?

Sebarkan Tulisan Ini:
This entry was posted in Cara Menulis Buku and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Pesan Dalam Tulisan Itu Wajib

  1. Himey Astuti says:

    terima kasih tulisannya sangat bermanfaat bagi saya..

    • caramenulisbuku453 says:

      sama-sama mbak… semoga ilmunya nambah

  2. salman alfarizi says:

    terimakasih mba, atas ilmunya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*