Menulis Itu Mudah, Asal…

Inilah yang saya sampaikan kepada anggota pelatihan menulis Metode 2 JT ketika mereka mengeluhkan kemampuan menulis mereka. Saya katakan kepada meraka bahwa: Menulis Itu Mudah, Asal Kita Tidak Mudah Mengkritik Tulisan Kita.

Otak manusia memang suka mengkritik. Lihatlah acara-acara televisi: Banyak sekali orang mengkritik terhadap keadaan. Itu bukan berarti buruk, bahkan pemikiran kritis itu bagus untuk memberi masukan pada yang kurang.

Namun bila Anda membawa otak kritis Anda untuk menyalahkan apa yang baru Anda tulis, maka ini tidak bagus. Ia akan menghambat proses pembelajaran Anda. Ini akan memperlambat belajar menulis buku Anda, terutama bagi penulis pemula.

Misalnya Anda baru menulis satu paragraf, Anda melihat beberapa kata atau satu kalimat yang tidak enak dibaca, lalu Anda bilang dalam hati, “Ah… kalimat ini kurang tepat….” Sejurus kemudian Anda arahkan pena anda ke kalimat tersebut dan…. srat, sret, srot,… Anda coret.

Anda bikin lagi kalimat baru sebagai pengggantinya. Dan Anda melihat lagi terdapat kata yang kurang tepat pada kalimat lainnya, lalu Anda coret lagi… srot, sret, srat…

Anda menulis lagi paragraf berikutnya. Setelah itu Anda baca. Dan juga Anda renungkan, Anda resapi, Anda nikmati, Anda insafi… Ternyata Anda temui lagi kata atau kalimat yang kurang enak dibaca. Lalu Anda coret lagi. Begitulah seterusnya dan seterusnya.

Walhasil, Anda pusing sendiri dan hampir stres. Anda berkata dalam hati, “Mengapa aku sulit sekali menyelesaikan tulisanku?”

Apa Masalahnya?

Masalahnya adalah Anda terlalu ingin sempurna di awal. Padahal, kita tidak akan pernah sempurna melakukan sesuatu di awal. Tidak percaya?

Coba ingat-ingat di awal Anda belajar mengendarai sepeda motor, pasti sering jatuh bukan?

Ya, itu wajar karena Anda baru pertama kali belajar. Lalu bandingkan dengan keadaan sekarang ketika Anda sudah lancar bermotor, Anda hampir tidak pernah jatuh, bukan? (kecuali Anda ugal-ugalan dan karena memang sedang nasibnya begitu). Nah, itu artinya Anda harus salah dulu sebelum benar. Anda harus banyak try and error dulu, baru Anda bisa menemukan cara terbaik untuk bisa lancar bermotor.

Begitu juga dalam menulis, di awalnya anda akan merasakan susah sekali menulis. Namun bila Anda sering mengulang-ngulang, bila Anda rutin menulis setiap hari, pasti lama-lama akan mahir juga.

Masalahnya adalah, Anda tidak mau membangun kebiasaan di awal. Anda kurang mau menulis yang banyak dulu. Anda hanya mau keliatan bagus di awal. Anda ingin tulisan pertama Anda langsung menjadi tulisan yang enak dibaca. Anda ingin tulisan “Latihan” Anda menjadi tulisan terbaik Anda. Dan sayangnya anggapan seperti itu tidak pernah ada dalam kenyataan.

Untuk sampai pada kesuksesan dalam dunia penulisan, Anda jangan berpikir sempurna dulu.

Anda harus menulis yang banyak dulu, baru setelah Anda merasa cukup dan Anda telah sampai pada tahapan “selesai”, barulah Anda boleh mengedit tulisan Anda.

Maksud saya dengan istilah “selesai” adalah: setelah Anda menulis yang banyak dan didalam hati, Anda berkata, “Selesai”, barulah Anda boleh istirahat sejenak dan mulai mengedit dan mengkritisi tulisan Anda itu.

Dan ingat, jangan cepat-cepat ingin selesai, padahal masih banyak lagi ide  yang bisa Anda tulis. (Saya akan menulis tips dan trik mengembangkan ide tulisan pada lain kesempatan, insyaallah)

Sebenarnya, istilah “selesai”  bermakna “selesai sementara” bukan selesai benar-benar selesai padahal Anda harus menulis banyak halaman lagi misalnya.

Saya biasanya menggunakan istilah “selesai” untuk membantu saya menyudahi target halaman yang harus saya tulis hari itu. Ketika saya merasa “selesai”, itu artinya saya telah mencapai target menulis saya hari itu. Dan biasanya, saya menargetkan minimal dua lembar kertas A4 dalam sehari. Setelah itu, barulah saya mengedit tulisan saya.

Jadi, istilah “selesai” hanya alat bantu yang menunjukkan perasaan “cukup” untuk latihan menulis saya hari itu. Dan trik menulis seperti ini sangat efektif ketika saya terapkan diawal-awal penulisan saya.

Dan Anda juga boleh menggunakan cara saya, siapa tahu Anda berhasil. Dan tentu Anda juga bisa menggunakan istilah “selesai” untuk target menulis harian yang lebih banyak dari saya. Yang dengannya Anda bisa lebih lencar lagi menulis.

Yup, demikian dulu tips menulis kali ini. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait Dengan Menulis Itu Mudah:

1. Kursus menulis buku
2. Menulis Cepat Dengan Metode 2JT

This entry was posted in Menulis Itu Mudah and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Menulis Itu Mudah, Asal…

  1. saifullah says:

    syukran atas ilmunya ya .. jazakallah khairaa
    ..

  2. basori says:

    Hm…emang bener y. Sering otokritik mnghmbt klncrn menulis

  3. Cokroaminoto says:

    Posting inilah yang ingin terus saya baca, Bu Mita. Saya membacanya berulang-ulang. Seperti magnet bahasanya. Sungguh menggugah, dan membangkitkan semangat menulis. Seperti saya menuliskan komentar ini. Metodenya sangatlah jitu

    • caramenulisbuku453 says:

      Terima kasih Pak Cokro telah banyak komentar di tiap tulisan saya. Blog anda juga hebat. Anda sudah menunjukkan spesialisasi anda. Spesialis itu bayarannya tinggi, lho.

  4. Rivaldy says:

    terima kasih Ibu, artikelnya lembut bgt.. memang benar kata Ibu, saya sementara membuat artikel pertama saya, namun rasanya ingin berhenti di tengah jalan karena pikiran menuntut saya terlalu menuntut untuk sempurna. setelah membaca artikel ibu, saya jadi ingin menulis lagi. semoaga bisa ‘selesai’ dalam dua minggu kedepan..

    salam

    #Rivaldy

    • caramenulisbuku453 says:

      Terima ksih telah berkunjung Rivaldy. Semoga tulisan anda cepat selesai. Saran saya anda bikin blog saja biar tulisan anda bisa dibaca banyak orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>